NAPZA

Posted: October 14, 2011 in blog

Untuk Perisan tanggal 8 Oktober 2011 adalah membahas tentang NAPZA yang disampaikan oleh GRANAT (Gerakan Anti Narkoba). NAPZA adalah singkatan dari Narkoba, Psikotropika dan Zat Adiktif yang merupakan perusak generasi muda yang merusak mental generasi muda.

 

Narkoba adalah obat dari tanaman atau bukan tanaman sintetis/semisintetis yang dapat menurunkan berat badan atau mengurangi nafsu makan kita dan apabila dikonsumsi terlalu banyak bisa mengurangi kerja otak. Contoh: heroin, putaw, dan juga kokain.

Sedangkan Phsikotropika adalah zat obat alamiah maupun sintetis, bukan narkotika yang berkasiat phikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat sebab lebih khas pada aktifitas mental dan perilaku, contohnya: Sabu-sabu dan juga ekstasi.

Sedangkan bahan aditif adalah bahan atau zat yang bukan narkotika, contohnya: cafein, tiner.

 

             Ganja/cannabis mengandung zat kimia (delta –q tetrahydro canabirol 1 THC) yang mempengaruhi perasaan penglihatan serta pendengaran. Efeknya konsentasi linglung, denyut jantung cepat, keseimbangan dan kordinasi tubuh melemah, rasa gelisah dan panik, depresi kebingungan dan halusinasi.

Heroin/putaw dapat menjerat pemakainya dengan cepat baik secara fisik maupun mental bila pemakainya dikurangi dosisnya kambuh, jika pemakainya dihentikan akan kambuh.

Ekstasi/inex termasuk psikotropika dan diproduksi secara ilegal dan berbentuk pill.

Sabu-sabu menyebabkan penggunanya menjadi ketergantungan secara mental dan pemakaian yang lama menyebabkan peradangan pada organ hati atau badan juga bisa menyebabkan kematian. Efek dari sabu-sabu berat badan turun irialusinasi dan struk.

Zat Adiktif terbagi menjadi dua yaitu perokok aktif dan perokok pasif. Perokok aktif  adalah orang yang menghisap rokok dan menghisap hasil pembakaran rokok tersebut. Perokok pasif adalah orang berada disekitar perokok aktif yang turut menghisap asap aktif.

Sejarah penyebaran dari narkoba di indonesia melalui berbagai faktor

Daerah Transit–> Daerah Pemasaran–> Produsen (Tanggerang, Banten, Surabaya, Banyuwangi dan juga kota-kota besar lainnya). Lokasi tempat penyebaran antara lain diskotik, hotel, pertokoan, kampus. Faktor-faktor yang mempengarui pemakai mengkonsumsi narkoba ada 2, yaitu: internal dan eksternal.

  1. Faktor Internal :
  • Coba-coba
  • Kepribadian lemah
  • Tak Percaya diri
  • Agama yang kurang kuat
  • Tinggal di daerah peredaran
  • Sekolah di lingkungan narkoba
  • Bergaul dengan pemakai
  • Dorongan dengan kelompok

2. Eksternal

  • Tinggal di daerah peredaran
  • Sekolah di lingkungan narkoba
  • Bergaul dengan pemakai
  • Dorongan dengan kelompok

Ciri pemakai terbagi menjadi 2 yaitu:

  1. Perubahan fisik
    1. Jika berjalan sempoyongan
    2. Bicara pelo mata merah
    3. Melamun sendiri/ketawa
    4. Apatis
  1. Perubahan sikap perilaku
    1. Malas belajar/tak gairah
    2. Tidak sopan

Bahaya dari narkoba

Secara fisik    –>teler, sakauw, sakit HIV, over dosis

Secara sosila   –> Keluarga, masyarakat, kriminal

Secara strategis –>masa depan generasi muda, rusak moral dan rasa cinta tanah air kurang

   Solusi menjaga agar tidak terkena pengaruh narkoba

  1. Berbuat positif
  2. Tanamkan nilai-nilai agama
  3. Pola hidup sehat
  4. Sibukkan diri dengan kegiatan yang bermanfaaat
  5. Jangan ragu menolaknya.

Narkoba NO  Prestasi YES Stikom YES

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s