Nilai Diri

Posted: October 16, 2011 in blog

Hari Sabtu tanggal 15 Oktober 2011, PERISAN diisi dengan materi tentang Nilai Diri. Seperti biasa acara dimulai pukul 06.45. Namun jumlah peserta semakin sedikit dari PERISAN ke PERISAN. Tapi karena kewajiban maka acara tetap dilaksanakan.

Untuk PERISAN kali ini, materi Nilai Diri disampaikan oleh Ibu A.B. Tjandrarini, S.Si.,M.Kom. Awal mulanya beliau menceritakan tentang kisah 2 orang anak yang diberi masing-masing dari mereka 1 buah toko untuk usaha mereka, lalu sebelum meninggal ayah memberikan 2 pesan untuk kehidupan mereka kedepan agar lebih baik. Pesan tersebut antara lain :

  1. Apabila ada orang lain yang berhutang kepadamu maka janganlah kau menagih hutang orang tersebut.
  2. Jika kalian hendak pergi ke toko maka jangan sampai muka kalian terkena sinar matahari.

Itulah 2 pesan ayah mereka sebelum meninggal. Dan mereka kedua sungguh-sungguh mencermati maksud pesan ayah mereka itu.

Beberapa tahun  kemudian, si anak sulung menjadi lebih kaya, sedangkan si anak bungsu menjadi semakin miskin. Sang ibu terheran-heran melihat keanehan dengan anak-anaknya. Lalu si ibu berkata kepada anak bungsu.

Ibu : “Nak, apakah kamu telah menjalankan kedua pesan dari ayahmu?”

Anak : “Sudah ibu, aku sudah menjalankan pesan ayah”

Ibu : “Tetapi mengapa kamu jatuh miskin? Bagaimana kamu menjalankan pesan ayah?”

Anak : “Pesan yang pertama aku jalankan, jika ada orang yang berhutang padaku maka aku tidak pernah menagihnya. Lalu pesan kedua, aku jika hendak pergi ke toko selalu menggunakan bis, becak, atau kendaraan yang bisa menutupi mukaku dari sinar matahari.”

Lalu setelah mendengar jawaban si anak bungsu, si ibu bertanya hal yang serupa pada anak sulung.

Ibu : “Nak, apakah kamu telah menjalankan perintah ayah?”

Anak : “Sudah bu. Aku berpikir jika aku tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, maka bagaimana caranya agar aku tidak menagihnya. Maka aku berpiikir bahwasanya aku tidak usah menghutangi orang, dengan begitu aku tidak akan pernah menagih hutang kepada orang lain sehingga uangku tidak habis dihutangi orang. Dan aku jika hendak pergi ke toko selalu berangkat sebelum matahari terbit dan pulang setelah matahari terbenam, dengan begitu mukaku tidak akan terkena sinar matahari. Sehingga saat toko orang lain belum buka dan sudah tutup, maka tokoku tetap buka.”

Mendengar jawaban si anak sulung, si ibu tersenyum karena anaknya yang sulung mencerna dengan baik pesan dari ayah. Sehingga dia menjadi lebih kaya dari si anak bungsu.

Kesimpulan dari kisah di atas adalah :

“Dengan positif attitude, segala kebaikan akan menjadi jalan menjadi sukses”

“Berusaha melakukan hal biasa yang dikerjakan dengan hal yang luar biasa”

Menurut prof. Dr. Roy Sembel/Sandra Sembel, kerja cerdas adalah kerja dengan usaha biasa tetapi memberikan hasil yang lebih besar (2 kali lebih besar ataupun lebih). Yang penting adalah bekerja untuk manfaat yang maksimal.

Prinsip-prinsip kerja cerdas adalah :

  1. Orientasi pada hasil

Rencanakan tepat waktu, tepat guna, tepat sumber daya. (5M)

  1. Man (manusia)
  2. Method (usaha/langkah-langkah)
  3. Mechine (peralatan)
  4. Material (apa yang dibutuhkan)
  5. Money (uang)
  6. Disiplin

Dalam pelaksanaan memperhatikan apa yang direncanakan.

  1. Dukungan

Rekan kerja, kerabat dalam hal informasi, tenaga, dana

  1. Meminimalkan kesia-siaan

Memangkas hal-hal yang tidak bermanfaat yang menghabiskan  waktu, tenaga, dan sumber daya

Inti dari kerja cerdas adalah

  1. Pembagian/manajemen waktu
  2. Melakukan pekerjaan dengan lebih efektif dan efisien
  3. Melakukan terobosan-terobosan

Lalu Bu Tjandra rini menjelaskan tentang Nilai Diri. Beliau memgibaratkan nilai mata uang 1000 rupiah dengan nilai diri kita. Menurut beliau, nilai mata uang ditentukan dari jumlah angka ‘nol’. Apakah demikian juga dengan kita?. 1000 rupiah merupakan standart nilai diri kita. 1000 terdiri dari 3 angka ‘nol’ yang setiap angka nol mengibaratkan satu dari nilai diri pada manusia.

‘nol’ pertama = knowledge

‘nol’ kedua = skill

‘nol’ ketiga = attitude

Lalu bagaimana mempertahankan ataupun menambah angka ‘nol’ tersebut?

  1. Penambahan angka ‘nol’ pada uang sama dengan penambahan atribut positif pada diri kita.
  2. Siapapun akan tertarik pada atribut positif kita.
  3. Nila Diri kita ditentukan oleh atribut-atribut positif yang kita miliki.

10 Kualitas pribadi yang Disukai (Kartu Pintar)

  1. Ketulusan
  2. Kerendahanhati
  3. Kesetiaan
  4. Berpikir positif
  5. Keceriaan
  6. Bertanggung jawab
  7. Percaya diri
  8. Kebesaran jiwa
  9. Easy going
  10. Empati

Itulah materi untuk PERISAN tanggal 15 Oktober 2011 yang disampaikan A.B. Tjandrarini, S.Si.,M.Kom. Sekian dan terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s